BERANDA

Jumat, 27 Mei 2016

3 Kisah Inspiratif Pengusaha Sukses Di Usia Muda

Ada sebuah motivasi untuk berbisnis atau menjadi pedagang
"9 dari 10 pintu rezki berasal dari wirausaha".  Saat ini paradigma seseorang dalam berwirausaha yaitu harus selalu mempunyai modal dana yang besar, padahal tidak selalu suatu usaha harus membutuhkan dana yang besar. Paradigma yang lain kesuksesan bisa diraih saat diusia senja karena banyaknya pengalaman, padahal tidak juga kesuksesan pasti diraih saat sudah melewati masa muda.

Sukses diusia muda bukan hal yang mustahil sejumlah anak indonesia sudah membuktikan bahwa mereka juga bisa sukses saat usia mereka muda, berikut 3 dari pengusaha muda tersebut :





1. Theresia Deka Putri



Diusia 25 tahun ia sudah memmiliki sebuah perusahaan yang bernama CV. Karya Semesta yang bergerak dibidang makanan dan minuman khususnya kkopi dan teh. Omset besar yang didapat dari usaha ini sekitar 200 juta per bulan.
Sejak kecil ia tidak sengaja mengasah kemampuannya dalam berbisnis, berawal dari ide untuk menambah uang jajan saat SMP ia menjual sepatu, snek, dan gorengan kepada teman-temannya. Modal yang dipakai didapat dari tabungan sejak ia taman kanak-kanak.
Seiring perkembangan saat SMA ia juga merasakan minder kepada lawan jenis yang mana pada saat usia tersebut banyak remaja yang menggunakan waktunya untuk pacaran. Banyak orang menyindir jualan gorengan ia dari teman sebayanya hingga guru, karena banyak siswa tidak konsen ke pelajaran yang disampaikan.
Berawal dari bekerja diperusahaan ia bekerja di bidang pemasaran, ia dipercaya untuk memimpin sebuah tim yang bertugas di wilayah Jawa Timur. Ia berkeliling dari kabupaten, kota, hingga pasar tradisional untuk memasarkan produknya. Pada saat itulah ia melihat suatu peluang usaha kopi yang sangat baik karean ia merasa hampir setiap jalan dan juga hampir rata-rata semua kalangan masyarakat indonesia menyukai kopi.
Saat memulai bisnisnya ia mengolah biji kopinya yang mana biji kopi tersebut ia pinjam dan diolah setelah itu hasil penjualan untuk membayar utang biji kopi tersebut. Produk yang ia buat dipasarkan kewarung-warung kopi.
Dirasa butuh modal tambahan untuk mengembangkan bisnisnya ia melakukan subsidi silang yaitu memasarkan produk orang lain yang hasil penjualannya digunakan untuk modal. Selain itu keuntungan lain dari memasarkan produk orang lain yaitu banyaknya pilihan yang dapat dipilih oleh konsumen. 
Produk yang dihasilkan tiga merk kopi, yaitu Kopi Luwak Lanang, Kopi Lanang Landep, serta Kopi Gajah Hitam. Tidak terbatas di Jawa Timur, pemasaran product kopi itu sudah meluas sampai ke sebagian negara, seperti Taiwan, Korea, China, Jepang, Thailand, Malaysia sampai Polandia.

2. Nicholas Kurniawan

Obsesi masa kecil untuk meraih pendidikan yang  layak membawa seorang  remaja kelahiran 23 januari 1993 berfikir keras untuk mengembangkan bisnis ikan hiasnya. Mulai bisnis dari kelas 1 sd bisnis dari jual mainan hingga jual kue menjadikan ia sebagai seorang yang mandiri.
Bermula dari pemberian ikan galatari dari seorang teman ibunya yang mana saat itu sedang ngetrend. Tingginya peminat ikan hias pada web kaskus  dari dalam maupun dari luar negeri mampu dijadikan menjadipeluang bisnis baru yang menjanjikan terlebih penggunaan internet yang dapat dijangkau dengan siapapun bisnis yang dijalankan dapat berkembang, berpatner dengan seorang pengusaha diluar negeri membuat nama Nicolas menjadi dikenal diluar negeri seperti Australia dan china. 
bisnis yang dijalankan tidak selalu mulus dan lancar, ia sempat mengalami kegagalan Dia pernah 3x rugi besar. Kisahnya Niko dulu pernah mengambil keputusan salah, membuat pelanggan kecewa, namun tidak berhenti berusaha. Sebagai contoh, dia pernah mendapatkan order besar ikan hias dan gagal kirim. Saat itu ia mengalami kesulitan mengirim ke Medan. Pembeli membatalkan ordernya, dan rugi besar karena tidak sanggup mencari cara. Melalui kegagalan itulah, ia menemukan ide baru dan cara baru. Dia mencari pedagang ikan garra rufa (ikan therapy) di sekitaran Medan sebagai supplier. Ia tinggal telpon, mengantarkan barang, dan membayarnya. Tetapi mencari supplier bukan perkara mudah, tidak berjalan seperti harapan.

Dia tidak bisa mencari cepat justru tetap mencari di Jakarta. Itu semua tentang dana yang tidak menutupi pengeluarannya. Tetapi, ia mengaku mulai berhubungan akrab dengan penjual ikan karena masalah tersebut, dari sana dia mulai dipercaya masalah pembayaran. Niko belajar bahwa mungkin jika bukan ada kerena keadaan yang sulit tersebut, ia tidak akan kenal dengan penjual di Medan.
Niko itu bukanlah orang yang suka berdiam diri. Dia selalu melihat peluang yang ada serta fokus menjalaninya. Bisnis itu tentang melihat pasar atau peka terhadap permintaan pasar. Namun, dia lebih menyarankan fokus di satu produk yang menjadi keahlian kita. Selanjutnya? kita bisa berekspansi produk sejenis, atau bahkan memulai bisnis lain.

Hanya masalah waktu hingga sukses itu datang dari fokus serta ketekunan. Hingga sekarang usahanya yang kini bernaung di bawah CV Venus Aquarium tidak hanya berpusat pada jual beli ikan, tetapi juga merambah dekorasi akuarium hingga perawatan ikan hias. ia mengungkapkan, orang banyak salah sangka mengenai bisnisnya. Bisnis ini memang dianggap tidak mampu menghasilkan uang besar.

"Orang pikir ini bisnis kecil, tidak keren. Bisnis minyak, batu bara, baru keren. Kalau bisnis ini, tidak keren. Tapi ternyata uangnya besar juga," ujarnya seraya tersenyum.

Namun, ketika ditanya omsetnya, Niko terkesan malu-malu menjawabnya. "Cukup besar, tetapi tidak enak menyebutnya. Sekitar ratusan jutalah," ujar pemuda yang kini menuliskan perjalanan usahanya dalam bentuk yang berjudul Die Hard Antrepreneur itu.


3. Hamzah Izzulhaq





Remaja kelahiran 26 April 1993, yang sejak memang lahir berjiwa entrepreneur. Dia jadi salah satu pengusaha muda yang menarik perhatian media. Dan melihat berbagai kisahnya, banyak pemuda di penjuru Indonesia terinspirasi.


Dengan gaya bicaranya lugas jelas dan mudah akrab, hamzah telah mampu meyakinkan kita sebagai seorang pengambil resiko dan deal maker dari pengalamannya. Hamzah itu mudah menjalin koneksi. Hamzah berhasil membuka 44 cabang bimbel dan sebuah bisnis sofabed di Tangerang. Sejak masih sekolah banyak pula usaha telah dijalankan namun belum menemui kesuksesan seperti bisnis bimbel ini. Sebut saja dari  menjual beberapa macam permainan seperti kelereng, petasan, dan berbagai macam permainan yang  sangat digemari anak- anak.


Dia mampu melihat peluang bisnis sejak belia, yang banyak orang mungkin sedikit nakaluntuk anak seumurannya, dia juga pernah berjualan koran, layanan ojek payung saat hujan dan mengamen besama teman- teman.  Ketika itu Hamzah dikenal jago game sempai level tinggi diantara kawan- kawannya. Dia menjual akun game miliknya sebesar Rp.1,2 juta.

Di umur 18 tahun, mulalailah bisnis serius ditekuni, kala itu bisnis berjualan pulsa dan buku sekolah. Caranya, Hamzah akan melobi pamannya yang kebetulan bekerja di sebuah toko buku besar di jakarta untuk menjadi distributor dengan diskon sebesar 30% per- buku. Ia kemudian menjual buku- buku itu ke teman dan kakak kelas setiap semester.


Tipsnya agar laku Hamzah menjelaskan ringan: berikan saja mereka diskon 10% dari 30% diskon miliknya, jadilah harganya masih untung 20%. Jika mau dikalkulasi di setiap semester, ia kala itu akan menghasilkan Rp.950.000. Angka luar biasa untuk bisnis sekelas anak sekolahan. Uang hasilnya kemudian baru dia putar untuk bisnis pulsa. Sayang saat itu bisnisnya gulung tikar, hanya sanggup bertahan 3 bulan saja.

Dimulai di tahun 2004, sebuah seminar bisnis membuka mata Hamzah lebar, bagaimana sebuah bisnis bimbel seharusnya dikerjakan dan apa prospeknya.

 Ia termasuk tipe berani mencoba tanpa harus ada embel embel passion coba saja. Dia benar- benar selalu merasa pekerjaanya adalah passionya jadi bisnis -lah passionnya. Dia segera mencoba bertanya tentang bisnis bimbel langsung. Sebagai catatan menarik Hamzah bukanlah dari keluarga tidak mampu. Kala itu si empunya Bimbel memberikan penawaran menggiurkan kepadanya. Tak ayal, dangan pasti, dia meminjam uang 70 juta dari ayahnya tanpa ragu untuk sebuah bisnis. Berkaca dari kegagalan, dimana dia pernah membuka bisnis pembuatan pin hingga mematahkan alatnya. Ayah dan ibunya terlihat cukup ragu kala Hamzah mengutarakan niatnya.

Dia mengambil alih satu sistem, semua pengajar dan juga utang bimbel usahanya. Untung, pemilik bimbel bukanlah tipe seorang memanfaatkan keseriusannya atau sejenis penipuan. Bisnis mengambil alih punya satu tantangan tersendiri, berbeda memulai dari nol, ia harus menjaga semuanya tetap stabil di awal- awal tahun. Dia harus memastikan dengan datang sendiri ke bimbel lalu berdiskusi bersama pengajarnya.
Dengan pengalamannya mengelola bimbel, dia memiliki kepercayaan tinggi untuk mengelolai usaha barunya. Tak ayal, dar bisnis sofabed berkembang secara baik walau cukup tersendat di awal. Dikutip dari berbagai sumber, Hamzah Izzulhaq sang pengusahan muda, memiliki prinsip tersendiri mengenai menjadi entrepreneur atau wirausahawan.

Hamzah adalah pengusaha muda, pemilik CV. Hamasa, yang memiliki cabang usaha waralaba bimbel dan bisnis sofa bed.

Dia menyebut lima prinsip juga akan berlaku bagi kita semua. Apa itu, itu adalah:
Pertama, memperbaiki kualitas hubungan dengan lingkungan
Kedua, bagi anda yang ingin memulai bisnis, jangan memulai dari nol
Ketiga, jangan pernah jadi seorang NATO (No Action Talk Only)
Keempat, perbaiki hubungan dengan Tuhan dan orang tua.
Kelima, ingatlah kepada sesama
Kita tidak boleh lupa power of giving, bersedekah akan membantu menjadi pengusaha sukses. Janganlah kita melihat siapa yang bicara tetapi isi yang dibicarakannya.